BARAKALLAH LAKA WA BARAKA 'ALAIKA WA JAMA'A BAINAKUMA FIL KHAIR (semoga Allah memberi berkah kepadamu & keberkahan atas pernikahan kamu, & mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan).
23 April 2015 adalah salah satu hari yang paling bersejarah dalam kehidupan saya. Hari dimana saya mengikat janji pernikahan dengan orang yang selama ini tidak saya sangka-sangka akan menjadi jodoh saya. Seseorang yang selama ini saya anggap seperti kakak saya sendiri, ternyata menjadi pasangan hidup saya yang akan saya jaga sampai akhir hayat, Insya Allah. Dan seseorang tersebut bernama Agil Wicaksono. Tulisan ini akan saya berikan kepada suami saya, yang dimana telah memilih saya untuk menjadi pendamping hidupnya.
Tepat 5 hari (terhitung dari tanggal saya menulis tulisan ini) resmi sudah saya menjadi istri dari kaagil. Ya, saya masih memanggilnya dengan sebutan "ka" karena saya rasa tidak perlu diubah segala sesuatu yang telah membuat kami nyaman. Segala sesuatunya terasa seperti mimpi; Sampai saat ini saya masih tidak menyangka bahwa semua proses yang kami alami berjalan begitu alami dan cepat tanpa adanya halangan yang memberatkan. Alhamdulillah, semua dilancarkan. Pada hari itu, saya merasa menjadi perempuan yang sangat bahagia dan juga sangat bersyukur atas dipertemukannya sekaligus diikatnya tali kasih sayang kami berdua dalam sebuah kehidupan baru.
"Saya terima nikahnya Devi Chairunnisa binti Kisyanto dengan mas kawinnya tersebut tunai"
Ketika kalimat tersebut diucapkan dengan lantang dan jelas, saya hanya bisa menundukkan kepala dan memejamkan mata. Sampai saya mendengar kata SAH, saya merinding begitu juga langsung menitikkan air mata dan mengucapkan Alhamdulillah.. Kami telah resmi menjadi suami istri. Dan saya pun diberi kode untuk bersiap-siap keluar dari tempat saya menunggu untuk mendengarkan nasihat pernikahan dan juga untuk pertama kalinya, saya bertemu dengan imam dalam hidup saya, suami yang sholeh yang sangat saya sayangi..
Bahagia dan haru sangat saya rasakan dalam prosesi ini. Semua doa yang saya panjatkan Alhamdulillah didengar dan diberikan jawabannya oleh Allah SWT. Bertemu suami untuk pertama kalinya, adalah perasaan yang tidak pernah bisa saya gambarkan kebahagiaannya. Saya melihat senyumnya, saya melihat ketulusannya, saya melihat betapa besar keinginannya untuk menjaga dan segera membangun rumah tangga ini agar menjadi keluarga yang Sakinah Mawaddah Wa Rahmah. Saya tatap matanya dan tak hentinya saya bersyukur karena sekarang telah menjadi pasangan suami istri. Ya, ini semua kenyataan. Saya, Devi Chairunnisa, telah resmi menikah dengan Agil Wicaksono.
Kemudian berlanjut kepada prosesi sungkeman. Disini saya benar-benar merasakan bahwa semua ini bisa terlaksana karena adanya restu dari orang tua kami. Tanpa orang tua, kami bukan siapa-siapa. Bapak dan Ibu kamilah yang telah mendidik kami sampai kami dewasa. Saya memohon izin dan doa kepada orang tua saya dan juga orang tua dari kak Dude agar ikhlas serta mendukung kami agar bisa kuat menjalani rumah tangga ini. Seandainya saya bisa mengutarakan semuanya, saya utarakan saat itu juga betapa besarnya rasa terima kasih dan hormat saya kepada orang tua dan betapa tingginya saya junjung restu orang tua untuk kelancaran semuanya.
Kami sangat berterima kasih atas restu yang diberikan untuk kami berdua. Terima kasih sudah mau bersabar untuk membesarkan kami selama ini, membantu kami untuk tumbuh menjadi anak yang sholeh/sholehah. Terima kasih untuk selalu mengingatkan betapa besarnya arti kehidupan ini. Seringkali perbuatan kami mungkin membuat hati terluka. Namun sampai kapanpun, kami akan selalu memikirkan orang tua kami. Terima kasih atas segala kasih sayang serta nasehat yang telah diberikan. Terima kasih.. karena telah menjadi orang tua kami. Kini kami telah resmi menjadi sepasang suami istri. Insya Allah, kami akan menjadi sahabat, suami dan istri yang bertanggung jawab, serta saling membimbing untuk membina rumah tangga yang Sakinah Mawaddah Wa Rahmah. Niat kami untuk beribadah bersama, melengkapi satu sama lain dan juga menjalankan sunnah Rasulullah SAW.
Kami memohon doa restu, agar ridho dan rahmat Allah SWT selalu menyertai kami dalam membangun rumah tangga yang bernafaskan islami. Aamiin...
Semua prosesi akad selesai, saya masih tidak menyangka bahwa sekarang semua sudah berubah. Bahwa sekarang saya seorang istri yang mempunyai tanggung jawab baru, seorang istri yang mempunyai suami yang insya Allah akan menjadi pemimpin yang kuat dan membimbing ke arah yang lebih baik.
Terima kasih kepada Allah SWT yang senantiasa menjawab doa kami serta atas ridho dan rahmatNya. Kami juga sungguh berterima kasih kepada seluruh kerabat yang hadir dan yang mendoakan. Sungguh suatu kebahagiaan untuk kami berdua bisa berbagi kesenangan dengan semuanya. Terima kasih untuk keluarga besar saya dan kaagil yang juga sudah banyak sekali membantu kami untuk membuat acara ini berjalan dengan lancar. Kemudian kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada sahabat-sahabat kami yang turut membantu.
Ya. Sekarang cerita kami akan dimulai.. Cerita dimana kami mengisi suatu buku kosong yang akan ditulis dengan warna warni kehidupan rumah tangga. Kehidupan yang saya yakini akan terjalin dengan indah.. Kehidupan dv dan kaagil..
Teruntuk suamiku yang sholeh..
aku sangat bersyukur karena kaagil telah menjadi bagian dari hidupku. Menjadi seseorang yang siap mendengarkan segala keluh kesahku, segala hal yang terjadi dalam hidupku, dan menjadi seseorang yang akan berjalan bersama dijalan yang benar, jalan yang akan membawa kita ke arah yang indah. Tidak pernah menyangka bahwa hidup aku akan selengkap ini dengan adanya kaagil.
Terima kasih telah menjadi seseorang yang membuat aku merasakan setiap harinya ketika bersama-sama tidak ingin berakhir..
Terima kasih telah menjadi pasangan hidupku, yang dimana menjadi tempat aku bersandar untuk tertawa, menangis, tersenyum, dan melakukan segala kegiatan bersama-sama..
Terima kasih karena telah menerimaku apa adanya dengan segala kekuranganku..
Aku akan belajar setiap harinya untuk menjadi pribadi yang lebih baik..
Terima kasih karena telah membimbingku selama ini dan bersedia untuk menjadi imam di dalam rumah tangga ini.
Langkah ini adalah langkah awal kita untuk menuju surga Allah SWT, karena niat kita untuk beribadah..
Banyak hal yang masih harus diperbaiki dan aku tidak bisa janjikan apa-apa..
Tapi insyaAllah aku akan menjadi istri yang setia untuk kakak, menjadi ibu yang bijak untuk anak-anak kita nanti ketika rezeki tersebut sudah diberikan oleh Allah SWT, dan menjadi makmum yang akan selalu mendoakan serta mengamini semua doa yang dipanjatkan..
Aamiin.
I love you, suamiku. Imamku. Kakaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar