Rabu, 25 Februari 2015

ini

Ini adalah tempat dimana aku dapat bernafas tanpa sesak, menghirup alaminya okesigen tanpa unsur lainnya. Ya, aku hanya perlu membutuhkannya. Menulis bagiku adalah seperti bernafas. Sedetik sepuluh detik mungkin aku masih mampu bertahan. Dapat dibayangkan jika aku semenit tidak menulis? Dan bagiku menulis, bukanlah persoalan untuk menghasilkan tulisan yang indah bagai pujangga sastra. Menulis adalah sejarah yang hidup kembali dalam setiap nafas saat dibacanya lagi. Esok nanti atau lusa.
Pernahkah kamu tertawa saat melihat foto SDmu?
Begitu juga dalam tulisan. Ia punya gambarannya sendiri di sudut pikir yang membacanya.
Mungkin saja dulu kamu menulisnya saat sedang tersedu sedu, saat lendir yang keluar dari hidungmu berlomba dengan air mata menuju pangkal wajahmu. Dan sekarang kamu terlihat begitu kesal, tertawa atau merasa lega telah melaluinya.

Disinilah,
Ditempat ini aku hidup dengan keakuan ku.
Ini adalah perjalananku menuju titik.
Ini hanya ada tentang aku.
Aku sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar