Pintar sekali dirimu membolak balikan peranmu. Sayangnya ini hidup! Bukan dalam sebuah kisah cerita sinema. Kamu bak layaknya seorang aktor terbaik !
Manis manis ucapanmu hanya ada dipangkal penilaian orang yang baru mengenalmu sekejap. Buah cintamu dan wanita yang dulu kamu ucapkan janji suci kepadanya kini dengan sesukamu disulam - dirobek. Dirobek - disulam hatinya. Begitu seterusnya. Untuk apa kepandaian sandiwaramu itu? Apa tujuanmu!
Apakah hatimu sendiri telah hilang termakan harimau? Hingga mereka kamu jadikan tempat melampiaskan segala kekecewaanmu. Atau seolah kamu merasa dendam / dengki pada mereka? Seakan mereka tidak kamu perbolehkan untuk tersenyum sedikitpun. Peranmu antagonis di dalam protagonis di luar. Apa salah mereka?
Dulu kamu yang begitu menginginkan keberadaan mereka disisimu. Kini kamu campakan mereka. Tidak sekalian saja kamu tinggalkan mereka. Itu akan membuat mereka jauh lebih bahagia !
Mereka mencoba lari jauh darimu, kamu kejar lalu kamu pasung mereka dalam sandiwaramu. Lalu apa peran mereka?
Mereka manusia yang hidup bukan hanya hidup dalam sandiwaramu. Sadarlah !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar